Candi Singosari
 

Tinggi, runcing, berbahan batu andesit, dan nampak mistis, itulah Candi Singosari. Bangunan peninggalan Kerajaan Singosari ini masih nampak megah dan kokoh jika kita amati. Peninggalan bersejarah yang masih bisa kita nikamati sampai sekarang. Candi ini berada di kawasan daerah Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Candi ini dibangun untuk tempat beribadah kepada para dewa. Tidak hanya pada jaman dulu tempat ini berfungsi, sekarang pun masih ada orang-orang yang bersembahyang disana. Ketika saya berkunjung ke candi ini, ada masyarakat penganut agama Hindu dari Bali sedang berkunjung ke tempat ini. Mereka mengadakan sebuah upacara ritual menyembah dewa dan nenek moyangnya. Pada saat saya memotret bagian-bagian candi, orang yang sedang sembahyang itu menghampiri dan mendadak mengajak saya bicara.

Sesaat saya berbincang dengan salah seorang dari mereka, ternyata mereka jauh-jauh dari Bali hanya untuk bersembahyang ketempat ini dan Gunung Kawi. Katanya, mereka selalu menyempatkan waktu minimal setahun 2 kali untuk datang dan bersembahyang ke Candi Singosari. Saya sempat memotret ketika mereka sedang melakukan upacara ritual tersebut, namun hanya beberapa foto saja karena saya merasa tidak enak jika mengganggu prosesi peribadahan mereka.

                                                               prosesi sembahyang

Menurut mitologi agama Hindu dan ikonografi Hindu di Indonesia, bangunan monumental ini dibagi menjadi tiga bagian. Pertama, kaki candi atau yang sering disebut dengan Bhurloka, yaitu diibaratkan dengan alam manusia. Kedua, badan candi atau Bhuwahloka, alam antara atau langit dan yang terakhir bagian ketiga adalah atap candi, yang sering disebut swahloka  sebagai wujud surga tempat terakhir makhluk hidup dari dunia.

Selain itu, ada arca Ken Dedes yang berada disekitar candi ini. Sebenarnya tidak hanya arca itu saja, melainkan masih ada arca Siwa, Durgamahesasuramerdini, dan Ganesya yang mengitari candi, namun beberapa disimpan di museum purbakala Trowulan demi menjaga keamanan supaya tidak dicuri.

                                                                    arca Ken Dedes

Selain bangunannya yang mempunyai nilai artistik tersendiri, kawasan yang menghiasi komplek candi ini pun juga di desain dengan nilai seni yang khas pada masanya. Seperti sebuah bentuk hias pada tanaman yang berada disekeliling candi. Adanya simbol Dewata Nawa Sanga yang berarti adalah 9 dewa yang menjaga mata angin, yaitu Siwa, Wisnu, Brahma, Indra, Rudra, Kuvera, Isvara, Mahadewa, dan Agni.

                                                     simbol Dewata Nawa Sanga