Bangsa Indonesia, bahkan dunia siapa yang tidak mengenal figure yang satu ini. Lahir di sebuah kota kecil, Blitar, Jawa Timur pada tanggal 1 juni 1901. Seorang proklamator bangsa Indonesia yang disegani oleh rakyat dan ditakuti oleh negara-negara luar. Beliau memerankan peran penting dalam proses kemerdekaan bangsa Indonesia. Presiden pertama Indonesia ini menjadi salah satu figure pahlawan yang akan selalu dikenang di hati rakyatnya. Penuh kewibawaan, pintar, loyalitas tinggi, serta mudah bergaul dengan siapapun menjadikan Soekarna menjadi idola bagi orang-orang sekitarnya. Beliau bersama Muh.Hatta membebaskan bangsa Indonesia dari penjajahan yang kejam dan sadis. Anak dari Raden Soekmi Sastrodiharjo dan Ida Ayu Nyoman Rai sangat istimewa.

Ketika kecil, Soekarno tinggal bersama kakeknya di Tulungagung, Jawa Timur. Pada usia 14 tahun, beliau diajak sahabat ayahnya untuk tinggal di Surabaya dan belajar disana. Beliau belajar di Hoogere Burger School (H.B.S) sambil mengaji di tempat Tjokroaminoto. Disana Soekarno tidak hanya belajar saja, melainkan banyak mengikuti organisasi, pada waktu itu Sarekat Islam yang dipimpin langsung oleh guru ngajinya Tjokroaminoto.

Setelah beranjak dewasa, dia bergabung dengan organisasi jong java. Akhir dari masa studi Soekarno di H.B.S tahun 1920, beliau melanjutkan studinya ke Technische Hoge School (sekarang ITB), dan menamatkan studinya tahun 1925.

Bung Karno

 

Masih banyak lagi cerita tentang figure yang satu ini, dan tidak akan habis dibahas.  Lain persoalan, kita sebagai mahasiswa saat ini yang jauh lebih baik tingkat pendidikannya kenapa justru menyepelekannya. Seorang Soekarno belajar dari kota ke kota untuk mencari sebuah ilmu dan pergaulan dengan orang luar. Beliau menjadi orang nomor satu di Indonesia bukan semata-mata langsung jadi begitu saja, butuh sebuah proses panjang dan sulit. Apakah kita mau kalah dengan Soekarno yang hanya anak desa dengan pendidikan seadanya pada waktu itu. Marilah berfikir kembali tujuan kita yang sesungguhnya. Lakukan yang terbaik untuk dirimu dan bangsamu.