Taman sari merupakan salah satu jenis peninggalan bersejarah pada era Islam masuk di Indonesia. Merupakan bangunan milik kraton dengan fungsinya masing-masing. Taman sari merupakan sebuah komplek wisata cagar budaya yang berada di kota Yogyakarta. Taman sari berada dalam komplek kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, tepatnya belakang Pasar Ngasem. Jika anda dari kraton Jogja, kearah barat sekitar 200 meter kemudian ada perempatan belok kiri atau keselatan. Dari arah perempatan tersebut sudah terlihat ada sebuah bekas bangunan runtuh, itulah lokasi taman sari. Pintu masuk taman sari bisa lewat depan, samping ataupun belakang. Untuk mudahnya proses jalan-jalan anda, sebaiknya lewat pintu masuk bagian depa. Dari pertigaan tadi belok kiri ikuti jalan sekitar 250 meter ada petunjuk tempat wisata taman sari. Taman sari merupakan wisata yang hemat bagi keluarga, teman-teman, bahkan perorangan. Harga tiket Rp.3000 rupiah sudah bisa menikmati salah satu wisata cagar budaya di Jogja.

pintu masuk Taman Sari

 

Taman sari merupakan salah satu komplek wisata cagar budaya di Jogja, jadi dalam sebuah komplek tersebut terdapat 3 bangunan, yaitu pemandian raja, sumur gemuling, ancient wall. Ketiganya saling berdekatan satu dengan yang lain, sehingga memudahkan pengunjung yang datang. Untuk pemandian sendiri, konon dahulunya digunakan Raja untuk mandi dengan permaisuri dan para selirnya. Sang Raja sangat dihormati dan disegani oleh masyarakatnya, keputusan dari Raja adalah mutlak dan harus dilakukan oleh para abdinya. Raja duduk di tempat yang agak tinggi kemudian para selir mandi di kolam, dan ketika Raja menunjuk salah satu selirnya untuk menemani Raja, si selir harus mau menurutinya.

pemandian Taman Sari

 

Selain adanya pemandian Raja dan para selirnya, dalam komplek taman sari juga terdapat Sumur Gemuling. Tempat ini dahulunya merupakan sebuah masjid bawah tanah yang digunakan oleh Raja dan para abdi dalemnya untuk menunaikan sholat 5 waktu. Bentuk bangunan yang melingkar bagaikan sumur menjadi bangunan ini istimewa. Lokasi tempat ini berada 100 meter dari pemandian Raja dengan melewati lorong yang cukup panjang. Sumur Gemuling menghadap ke arah kiblat layaknya masjid biasanya. terdapat sumber mata air dibawah dalam bangunan ini. Secara kuantitas bangunan ini sudah rusak dan tidak layak pakai, namun tetap menjadi istimewa oleh para pengunjungnya karena sejarah dan nilai artistiknya.

terowongan Taman Sari

underground mosque center

underground mosque around

doorstep center in mosque

    

Pada foto lorong menuju Sumur Gemuling, ada pengamen yang sedang mangkal di sudut lorong. Mereka menjadikan lokasi wisata ini tempat untuk mencari pendapatan.

Pemandian dan sumur bawah tanah sudah dijelaskan di atas, tinggal satu bangunan lagi yang berada di komplek ini, saya menyebutnya tembok kuna. Untuk penamaan lebih detailnya saya kurang mengerti karena tidak mempelajari dan mendapat pengetahuan dari sumber yang terpercaya. Pastinya bangunan ini adalah tempat dimana para muda-mudi menjalin kasih di kala pagi dan sore hari. Tembok yang besar dan tinggi membuat para wisatawan asing maupun domestik menikmatinya. Dari tempat ini kita bisa melihat komplek kraton jika mau naik keatas bangunan, akan tetapi biasanya di atas bangunan ini semua spot sudah habis dipakai para kawula muda untuk menjalin asmara.

tembok bersejarah Taman Sari sebagai sarana menjalin kasih dua sejoli