Merupakan sebuah kehormatan, keistimewaan, dan kebahagian saya bisa menampilkan sosok figur seorang Agnia S Rahmi Adzkia. Dia bukan seorang yang istimewa bagi nusa dan bangsa, melainkan seorang yang akan menjadi istimewa bagi keluarga dan para teman-temannya. Gadis Semarang ini merupakan idola bagi penulis karena kontribusi yang ditimbulkan sangat banyak dan berarti. Dia adalah gadis yang low profile, baik hati, suka menolong, dan berjiwa kepemimpinan tinggi sekalipun seorang wanita. Bagaikan Ibu Kartini yang memperjuangkan hak asasi para kaum wanita. Bukan berarti dia revolusioner feminisme, melainkan pemikiran seorang pemimpin tertanam dalam dirinya.

senyum dalam belajar Aghnia

 

Penulis kurang mengetahui semua keistimewaan yang dia miliki karena sifatnya yang tidak suka bicara banyak tentang kelebihannya alias rendah hati. Sekedar sedikit info yang dapat diungkapkan penulis disini, bahwasannya dia punya keinginan untuk pergi keluar negeri. Dia pernah ke ukraina untuk pertukaran pelajar, katanya. Selain itu, sepak terjangnya dalam akademik dan organisasi sangat bagus dan memuaskan. Seorang team leader AIESEC sejak Juli 2011, seorang Guru dalam Homeschooling Kak Seto di Yogyakarta, dan baru-baru ini dia ditunjuk sebagai penanggung jawab sementara SKM Bulaksumur karena kepiawaiannya.

Aghnia adalah wanita keturunan Jawa, akan tetapi dialek yang nampak dalam dirinya adalah british. Bukan berarti dia sok kebarat-baratan, melainkan karena dia pintar dalam berbahasa Inggris. Sempat dalam sebuah percakapan dengan penulis, dia sangat menghargai sekali budaya yang dimilikinya. Mahasiswi Komunikasi UGM ini kadang kala membuat orang mangkel bahagia jika mendengar dialek inggrisnya. Tertawanya yang seakan menghina juga menjadi ciri khas orang Semarang ini.

Apresiasi yang penulis berikan pada Agnia ini dikarenakan kontribusi yang tinggi kepada penulis. Beberapa makalah dan proposal penulis di cek dan diberi kritikan pedas serta saran yang membangun untuk menjadikan penulis lebih baik lagi dalam penulisannya secara redaksional. Penulis juga mengharapkan figur yang satu ini menjadi ketua dalam kuliah kerja nyata tahun depan. Semoga tahun depan penulis dan figur yan satu ini menjadi satu team dalam KKN ke luar Jogja. (berharap) ^^