Sidiq Hari Madya, salah satu tokoh yang penulis kenal sebagai seorang analisator dan tukang riset responden mahasiswa UGM. Mahasiswa FISIPOL ini juga mengikuti kegiatan mahasiswa SKM Bualaksumur. Sebagai seorang Kepala Penelitian dan Pengembangan membuatnya harus selalu berfikir rubrik apa yang akan ditampilkan dalam buletin edisi selanjutnya. Lahir 17 Oktober 1989 ini berasal dari kota batik Pekalongan, Jawa Tengah. Alumni SMA 1 Batang yang sekarang kuliah di Jogja menjadikan dia harus bekerja keras sebagai seorang perantau dari kota tetangga. Dalam sebuah info jejaring sosial Facebook, Sidiq memaparkan bahwa dirinya adalah seorang yang suka berfikir mudah. Bukan berarti dia juga mudah berfikir, karena kalau sedang serius dia juga serius, tapi kalau bercanda dia juga tetap bercanda. Pemuda ini tidak hanya seuka berfikir, melainkan juga seorang olahragawan. Futsal dan catur menjadi salah satu hidangan olahraga yang diminatinya.

satu-satunya foto

 

Sebuah apresiasi untuk seorang Sidiq ini, dia selalu menjadi orang yang penulis mintain pendapat mengenai pembuatan makalah dan proposal skripsi. Analisisnya yang sudah tidak diragukan lagi dalam kelasnya, membuat orang terpana meskipun sampai sekarang statusnya masih single. Andaikan dia punya niatan punya pacara pun, pasti dalam sebuah riset tertulis “semua wanita dari sepuluh sample bilang (tidak tahu) apabila ditanya mau jadi pacarnya atau tidak. Para responden wanita ini bukan berarti bingung bilang iya/tidak, melainkan penulis dan orang lain sedunia pun belum pernah melakukan riset tersebut.hehe (peace)