Candi ini berada disebelah timur laut candi kalasan, tepatnya di dusun Bendan, desa Tirtomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman. Bangunan ini pertama kali di temukan oleh H.N Sieburg pada tahun 1840. Kemudian pada tahun 1929/1930 candi ini di pugar untuk pertama kalinya walaupun dalam kondisi yang tidak sempurna. Bagian sekeliling selasar bangunan, penampil pada pintu dan stupa-stupa  tidak terpasang utuh karena banyak yang hilang karena dicuri. Candi ini dibangun sekitar abad ke-8, hampir bersamaan dengan Candi Kalasan. Hal ini didasarkan pada kesamaan pola yang ada pada bangunan candi. Bangunan ini sangat unik, karena modelnya yang bertingkat, seperti pada candi Plaosan yang berada di Prambanan, Jawa Tengah.

Candi Sari merupakan bangunan Buddha, tampak pada relief dan bentuk bangunan yang sangat khas. Model bertingkat seperti ini lebih menyerupai candi Borobudur. Bangunan bertingkat ini dibagi menjadi tiga bilik, kemungkinan dahulu untuk menyimpan arca Buddha yang diapit Boddhisatwa. Bangunan ini memiliki ketinggian 17 meter, panjang 17,3 meter, dan lebar 10 meter. Pintu masuk candi menghadap ke timur, dan pada bagian bawah ada pahatan orang yang sedang menunggang gajah. Candi ini juga memiliki jendela yang terbagi rata pada lantai atas maupun bawahnya.

Candi Sari

 

Tubuh candi yang berjajar masing-masing dihubungkan dengan lubang pintu diantara tembok pemisah. Dinding luar candi terdapat pahatan arca-arca yang diletakkan menjadi dua baris diantara jendela. Arca ini merupakan Dewa Boddhisatea dan Tara berjumlah 36 buah, 8 di sisi timur, 8 di utara, 8 di selatan, dan 12 di sebelah barat. Kebanyakan arca pada bangunan ini memegang teratai dan digambarkan dalam sikap lemah gemulai, yaitu sikap Tribangga. Kinara-kinari juga turut serta menghiasi dinding candi.

relief Dewi Tara

 

Dilihat dari cbentuk bangunan candi yang terdiri atas beberapa bilik yang lantainya dari kayu, jendela bergeruji dari kayu, dan pintu yang terdiri dari kayu, maka disimpulkan bahwa candi Sari dulunya dipergunakan sebagai tempat tinggal atau Vihara, tempat meditasi dan asrama bagi para pendeta.

Bagi anda yang ingin menghabiskan liburan disana, maka datang saja ke lokasinya langsung dengan mempersiapkan uang Rp.2000,- untuk tiket masuknya, plus Rp.3.000,- untuk buku panduan jika anda membutuhkannya.

Selamat menikmati!

 

(sumber: buku panduan candi sari)