Beliau merupakan pahlawan nasional dan orang nomor satu di wilayah kesultanan Yogyakarta pada masanya. Dilahirkan dengan nama Bendoro Raden Mas Dorodjatun, putra dari Sultan HB XIII dan RA Kustilah. Lahir pada tanggal 12 April 1912 di Sompilan, Ngasem, Yogyakarta. Dinobatkan sebagai Sultan dengan gelar Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Kanjeng Sultan Hamengkubuwana Senapati Ing Ngalaga Abdurahman Khalifatullah Ingkang Jumeneng Kaping Sanga pada usia 38 tahun. Beliau merupakan orang pertama yang menjabat Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta pasca kemerdekaan Indonesia. Selain itu, beliau juga pernah menjabat sebagai wakil presiden Indonesia yang kedua antara tahun 1972-1978, dan pernah menjabat sebagai Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.

Sultan HB IX

 

Beliau merupakan sultan yang menentang penjajahan Belanda dan mendorong kemerdekaan Indonesia, dan mendorong pemerintahan Indonesia untuk memberikan status Istimewa pada daerah Yogyakarta ini. Sultan HB IX ini sangat pintar, pada masa penjajahan Jepang beliau melarang pengiriman romusha dengan mengadakan proyek lokal saluran irigasi Selokan Mataram.

Beliau merupakan keturunan kraton yang berwibawa, setiap orang yang menghadapnya pastilah menghormati dan segan. Tidak hanya orang pribumi maupun abdi dalem, para kolinial pun menghormati dan segan dengan apa yang ada pada diri Sultan HB IX ini. Bahkan sampai sekarang, aura yang beliau miliki menjadikan warga Yogyakarta bersikukuh rela mati demi mempertahankan Keistimewaan Yogyakarta yang sedang jadi perbincangan masyarakat Indonesia.

Hamengkubuwana IX adalah orang yang tercatat sebagai gubernur terlama yang menjabat di Indonesia antara 1945-1988 dan Raja Kesultanan Yogyakarta terlama antara 1940-1988. Kemudian pada 2 Oktober 1988, beliau wafat di George Washington University Medical Centre, Amerika Serikat, dan dimakamkan di pemakaman para Sultan Mataram di Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Isimewa Yogyakarta. Beliau diangkat menjadi pahlawan nasional pada tanggal 8 Juni 2003 oleh Presiden Megawati Soekarnoputri.