Dalam sebuah naskah Rukmini Tattwa ada sebuah penjelasan tentang perawatan diri agar tetap disayang suami seperti yang ditanyakan Dewi Rukmini kepada Dewi Saci yang selalu disayang oleh Dewa Indra sebagai suaminya. Dewi Saci mengatakan kuncinya ada pada perawatan diri agar cantik dan sehat. Berikut adalah bagian dari naskah Rukmini Tattwa:

Nihan kun pambayun kun ari, kulit juuk purut, jahe kling, phalaraja, babakan kamoloko, sama bhaga. Pipis pahalit, lepana yoni, utama, wyadining yoni, ngaranya. Abwa mangrah, mlyud, yatika ilang dening lepana, mwang amuhara kasubhagyana ngwang denya, muah atal, akah tabya bun, lengis pehan, sama bhaga, curnangkratha, wedhaknya. Muwah babakan nyambu sotong, akah tabya bun, lengis lenga, lengis pehan, curnangkratha, maulig, lepakna madhu, panggal buaya. Ika ta kabeh sama bhaga, pipis pahalit, pulung raris tuhang. Malih ulig, rarabakneng yoni, tan pasanggama kalanya mangkana.

Artinya:

Adapun obat mempercantok diri: kulit jeruk purut, jahe hitam, buah pala, kulit pohon kamaloka, sama takarannya. Dilumatkan sampai halus, oleskan pada kelamin perempuan, sangat baik, penyakit kelamin (seperti) berbau, berdarah, dan licin, semua itu sembuh karena selep, serta kebahagiaan dating terus-menerus karenanya. Ada lagi atal, akar lada, minyak susu dengan takaran yang sama. Itu dilumatkan sebagai bedaknya. Lagi pula kulit jambu biji, akar lada, minyak wijen, minyak susu, dilumatkan (diulek), diolesi madu, dan lidah buaya. Semuanya itu takarannya sama. Dilumatkan sampai kulit halus, dibentuk bulat-bulat kemudian dikeringkan. Setelah itu digerus dan dioleskan pada kelamin perempuan. Pada saat pengobatan disarankan tidak melakukan hubungan suami istri.

“Pengobatan Tradisional dalam Naskah Nusantara”