Dalam naskah Serat Centhini, yang juga sering disebut sebagai ensiklopedi Jawa, terpaparkan dengan jelas disitu apa yang ada dalam kehidupan manusia khususnya di tanah Jawa. Belum lama ini saya membaca bagian dalam naskah tersebut mengenai tata cara menjalani senggama. Mungkin sedikit heran dan penasaran, kenapa sempat-sempatnya orang jaman dahulu sampai membuat aturan seperti itu, bahasa anak muda jaman sekarang SELO banget. Uraian yang dipaparkan dalam naskah tersebut tidak hanya guyonan ataupun asal-asalan saja, melainkan sebuah ajaran hidup bagi masyarakat. Tidak semua masyarakat tidak menjalankannya, namun tidak sedikit juga yang menjadikan ajaran dalam naskah ini sebagai acuan untuk hidup sebagai orang Jawa yang budiman, untuk bahasa saya sendiri.

Jadi dalam uraian naskah tersebut mengisahkan tentang percakapan antara seorang Dhatuk dengan pemuda tampan. Dathuk sebagai seorang yang sudah sepuh memberikan wejangan pada yang muda masalah hasrat senggama, yaitu;

“Dilarang bersenggama dengan lonthe “pelacur” dan sindhen “penyanyi wanita atau mungkin lebih tepatnya rongeng. Jika tetap dilakukan akan berakibat buruk, dan kotor, sehingga terkena penyakit rajasinga, tampak bengkak-bengkak bernanah dan mengandung air. Jika penyakit menjalar kehidung akan mengakibatkan anak menjadi pesek. Jika naik sampa ke mata, banyak yang buta. Ada lagi wanita yang harus dijauhi, yaitu bersenggama dengan perempuan yang berkelakuan jelek sekalipun cantik, karena tidak patut tergila-gila oleh wanita yang semacam itu. Karena akan banyak celaan, dan tidak ada satupun orang yang akan memuji.

Sekalipun mendapat sedikit jelek, jika mendapat gadis, akan menambah kencang otot-otot. Berbeda dengan janda muda yang belum beranak, sekalipun cantik, namun tidak menambah kuat.

Walaupun begitu tidak boleh sesuka hati, sebab karakter orang berbeda-beda. Ada yang suka pada janda muda belum kawin, ada juga yang suka kawin dengan pelacur. Kemauan manusia memang bermacam-macam, dan berbeda-beda. Macam-macam rupanya, berbeda-beda pula kemauannya, tidak dapat dicampur. Seperti mata dan penis serta perut dan tubuh, mempunyai kehendaknya. Mata ingin tidur, perut ingin makan, badan sangat lesu, penis mengajak syahwat.

Selain larangan tadi, ada juga beberapa peringatan jika sedang bersyahwat dengan pasangan, yaitu;

1. Jangan banyak tingkah laku dan jangan berbicara ataupun bercanda yang tidak baik saat bersenggama, karena kelak anaknya akan “banyak mulut”.

2. Dan hendaklah jika bersenggama degan dalam keadaan wangi, supaya kelak sang anak menjadi tampan/cantik.

3. Jangan juga bersenggama dengan kentut karena itu jelek dan mengakibatkan si anak tidak baik hatinya.

4. Selain itu juga, bangun tidur jangan langsung bersenggama, paling tidak mencuci diri dulu di kamar mandi, jika dilanggar kelak sang anak akan ceroboh dan jelek rupanya.”

Begitulah beberapa wejangan yang diberikan oleh Dathuk kepada si pemuda tampan tadi.