Diceritakan Raja Dewa yang sedang marah menyuruh Dewa Hujan dan Dewa Matahari menghadap. Keduanya ketakutan dengan raut muka sang Raja Dewa yang sudah berupah memerah dan menjadi berbadan besar. Raja Dewa kemudian menghukum kedua dewa itu untuk turun ke bumi dan menyadari kesalahannya. Semua kekuatan yang ada pada dewa Matahari dan Hujan dihalangkan semua selama masa hukuman berjalan.

Akhirnya diturunkanlah mereka ke bumi untuk menjalani hukuman atas perilakunya yang seenaknya. Mereka baru bisa kembali lagi menjadi dewa setelah mendapatkan 1000 pahala. Dewa Matahari dan Dewa Hujan kemudian dilemparkan oleh Raja Dewa ke bumi, namun mereka jatuh ke wilayah berbeda dan sudah ditakdirkan oleh Raja Dewa mereka akan bertemu dalam suatu keadaan yang genting.

Raja Kuwara yang melihat keadaan sudah kembali normal kemudian berpamitan dengan Dewi Resti dan kembali ke bumi. Dewi Kanya kemudian menuju ke tempat ritual sang ayahanda si pasanggrahan suci. Semua penduduk bumi merasa senang keadaan sudah kembali normal. Dewi Kanya kemudian memeluk ayahandanya sambil menangis karena ayahnya berhasil memoon kepada sang dewa. Para pemuka agama juga saling memberikan selamat kepada satu sama lain dan juga kepada Sang Raja Kuwara. Sang Permaisuri dan para dayang-dayang kerajaan kemudian meyiapkan makanan untuk pesta rakyat atas keberhasilan sang Raja Kuwara berhasil menghenitikan bencana yang tidak masuk akal itu.