Dua minggu ini terlalu disibukkan dengan agenda musyawarah dan kudeta himpunan mahasiswa yang saya ikuti. Entah kenapa saya menjadi berfikir dalam benak diri yang terdalam tentang adanya sifat saling menjegal dalam kehidupan ini. Tidak pandang siapapun dan apapun itu, jika sudah membawa kepentingan pribadi semua kepantingan yang lain tidak dianggap. Seperti kejadian Musyawarah Besar yang baru saja saya jalani ini bagaikan seperti pengkudetaan secara halus terhadap kepengurusan yang sebelumnya. Tidak adanya komunikasi dan tradisi yang seperti diharapkan oleh para petinggi-petinggi sebelumnya menjadi bahan pembantaian dalam laporan pertanggung jawaban kepengurusan periode ini.

Dengan basic kekeluargaan ternyata juga tidak luput dari keegoisan setiap manusia yang menghuninya. Saya sebagai seorang yang nyengkuni merasa himpunan ini tidak sehat lagi dan bukan kekeluargaan seperti yang diajarkan oleh sebelum-sebelumnya. Bagi saya ini semacam pembelajaran bagi diri sendiri khususnya untuk hati-hati dalam bertindak. Sesungguhnya tidak ada namanya persaudaraan jika sudah membawa kepentingan.

Tahun yang berat untuk kepengurusan sebelumnya semoga dijadikan pembelajaran bagi kepengurusan yang sekarang. Saya pribadi berharap untuk kepengurusan himpunan mahasiswa ini bisa menunjukkan eksistensi yang dibangga-banggakan oleh para petinggi-petinggi sebelumnya.

Selamat jalan kepengurusan lama dan selamat datang pengurus-pengurus yang baru. Saya di sini masih menjadi dewan pengamat untuk kalian semua.