Sabda Pandita Ratu. Begitulah masyarakat Jawa mengucapkannya untuk mematuhi segala yang dikatakan sang raja. Namun, saat ini kata itu sangat jarang kita dengar dan kita lakukan. Hal ini dikarenakan sosok pemimpin bangsa saat ini yang tidak pro dengan rakyat dan seakan-akan justru memberikan beban kepada rakyat. Presiden yang mengatakan akan menaikkan harga BBM mendapat perlawanan dari berbagai pihak, masyarakat dan partai oposisinya. Hal itu dikarenakan tidak adanya rasa percaya pada pimpinan yang memimpin mereka.

Jika kita flashback pada masa kerajaan dahulu, kita bisa melihat semua rakyat tidak ada yang berani menenatang pemimpinnya (Sang Raja -red). Hal itu dikarenakan seorang raja yang memimpin rakyat dari berbagai golongan bisa berperilaku adil dan tidak pernah membebankan kepada mereka, sehingga muncullah kalimat “Sabda Pandita Ratu” atau “apapun yang diperintahkan raja harus dijalankan”.

Pemimpin saat ini tidak bisa berperilaku seperti seorang raja yang dihargai oleh rakyatnya. Ya, mungkin karena perkembangan jaman yang diiringi kepentingan politik membuat pola pikir pemimpin saat ini yang lebih mementingkan kepentingan pribadinya. Dengan iming-iming harta, tahta, dan wanita, para pemimpin saat ini menjadi lemah dan tidak berdaya, sehingga gampang dikuasai oleh pihak luar yang seharusnya tidak berkepentingan memberikan aturan kepada negara ini.

Begitulah fenomena-fenomena di negara yang sedang berjuang untuk berkembang. Ibaratnya negara ini masih muda dan labil yang gampang diamasuki pikiran-pikiran dari negara lain. Semoga pemimpin yang akan datang (entah benar-benar jadi datang atau tidak) akan menjadikan negara ini menjadi lebih idealis dan realistis tanpa mengikuti perintah dari negara lain.