Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di seluruh dunia ini tidak semata-mata muncul dengan sendirinya. Perlu hal-hal yang besar untuk mempersatukan antar pulau di Nusantara ini. Munculnya Indonesia tidak bisa dipungkiri bermula dari seorang pria yang bernama Gadjah Mada. Seorang pria yang gagah berani dan rela berkorban demi bangsa dan negaranya, dan menjadi patih yang disegani oleh para negara tetangga. Dia terkenal sebagai patih di Kerajaan Majapahit dari seorang raja yang bernama Hayam Wuruk dan raja-raja sebelumnya.

Awal mulanya, Nusantara terbentuk dari peradaban yang primitif dan hidup bergotong royong. Mereka hidup bahu membahu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Berburu dan mengumpulkan makanan secara bersama-sama. Apabila hasil buruan lebih untuk kebutuhan sehari-hari, hasil perburuan itu dibagikan kepada keluarga lain yang mendapatkan hasil buruan yang sedikit. Namun, hal ini tidak berlangsung dengan lama. Seiring bertambahnya waktu, mereka kemudian berfikir jika melakukan perburuan terus menerus akan merasa kelelahan dan belum tentu mendapatkan hasil yang diinginkan. Kemudian mereka memutuskan untuk bertani dan beternak. Nah, hal ini menjadikan pandangan mereka berubah menjadi lebih individualis.

Kehidupan yang individualis seperti ini yang kemudian menciptkan berbagai kelompok, kelompok rendah, mengah, dan atas. Pada setiap kelompok tersebut munculah tokoh diantara mereka semua, yang biasa disebut sebuah kepala suku. Kepala suku ini kemudian membentuk sebuah pemerintahan sendiri dan mengeklaim daerah kekuasaan mereka sehingga akan muncul peperangan antar suku. Bermula dari suku kecil mereka memperluas kekuasaan dan mendirikan sebuah kerajaan. Nah, disitulah awal mula adanya sistem politik dan kekuasaan muncul di Nusantara ini.

Kerajaan di Nusantara ini tidak terhitung jumlahnya, tetapi ada beberapa kerajaan besar yang meninggalkan prasasti sehingga dapat diteliti perjalanannya oleh para ahli, seperti berawal dari Kerajaan Kutai di Kalimantan, Kerajaan Tarumanegara di Jawa Barat, Kerajaan Sriwijaya di Sumatra, Kerajaan Mataram Kuno (Syailendra dan Sanjaya) di Jawa tengah, Kerajaan Kediri di Jawa Timur, dan yang terakhir adalah Kerajaan Mataram Islam yang berada di Jogjakarta.

Setiap kerajaan mengusai wilayahnya dan menganggap mereka dapat mampu berdiri tanpa bergabung dengan kerajaan lain. Disinilah Gadjah Mada mulai beraksi dengan “Sumpah Palapa” yang mengharuskannya mempersatukan Nusantara (semua kerajaan-kerajaan tadi) di bawah kekuasaan Majapahit. Dia menundukkan kerajaan-kerajaan di wilayah Nusantara dan menjadikan sebuah kekuatan yang besar dan dipandang oleh dunia pada waktu eskavasi kerajaan-kerajaan. Jadi, tidak bisa dipungkiri bahwa Gadjah Mada merupakan salah satu tokoh yang mempersatukan wilayah Nusantara yang saat ini disebut Indonesia.