Pemimpin adalah orang terdepan dari sebuah kelompok manusia dan menjadi seorang yang berperan penting dalam memutuskan sebuah perkara atau apapun di dalam kelompoknya. Menurut Peter (2003) menyebutkan bahwa seorang pemimpin selain memiliki suara dalam memutuskan segala sesuatu, tetapi harus memiliki moral dan etika. Seorang pemimpin juga harus bisa menjaga jarak antara pemimpin dan pengikutnya, tetapi jarak antara keduanya tetap dekat. Hal demikian dimaksudkan supaya tidak ada kesenjangan dalam model kepemimpinan dan sang pemimpin tetap bisa merakyat dan dihormati.

Alexander Agung III pernah dipesan oleh ayahnya sebelum mewarisi tahta dan menjadi seorang raja.

“The King always alone”

Dalam hal ini bukan berarti seorang Raja atau pemimpin harus sendiri, melainkan dia akan selalu merasa sendiri dalam hal-hal tertentu. Artinya, seorang pemimpin akan menyelesaikan urusan dan masalah pada anggotanya. Sedangkan anggota tidak akan pernah memikirkan orang lain ketika ada orang lain menghadapi masalah karena mereka hanya anggota, beda dengan pemimpin yang harus menjaga anggotanya dalam semua hal, bahkan terkadang urusan pribadi anggota.

Pepatah mengatakan:
Seorang pemimpin layaknya pendaki gunung. Ketika seorang ingin mrnjadi pemimpin, ia harus berusaha layaknya mendaki gunung. Ketika berada di puncak, seorang pemimpin juga sama halnya dengan pendaki. Di puncak memang terkesan indah karena bisa melihat semua pemandangan yang ada di bawah, seperti seorang pemimpin dapat melihat apa yang ada pada anggotanya. Namun, ketika di puncak tidak ada apa-apa melainkan dingin dan kesendirian. Begitu pula yang dirasakan pemimpin. Dingin dan Sendiri.