Manusia hidup dengan berbagai kebutuhan dan keinginan yang tiada batasnya. Ketika seorang itu sudah tidak membutuhkan apa-apa dan menginginkan sesuau, maka dia hanya hidup seperti seekor zombie yang ada di film-film box office. Seperti itulah kehidupan nyata.

Kali ini, kebutuhan dan keinginan itu jika dikaitkan dengan agama bagaimana? Apakah cukup relevan? Atau justru bersebrangan?

Menurut Maslow, manusia akan membutuhkan yang namanya kepercayaan di dalam hidupnya. Dengan kepercayaan itu mereka bisa hidup dan bertahan menghadapi semua gejolak yang ada. Namun, apakah itu semua benar?

Jika saya melihat dari beberapa fenomena di sekeliling, hanya akan terlihat jika orang berstatuskan agama, dan belum tentu menjadi keyakinannya. Hal ini saya sebutkan karena banyak orang yang beragama tapi tidak menjalankan sesuai dengan apa yang diajarkannya. Padahal, apabila manusia memiliki agama, dia harus yakin dengan agama itu dan menjalankan apa yang diperintahkan oleh agama, meskipun tidak semua perintah itu belum tentu disukainya. Namun, apabila perintah itu tidak dijalankannya, sama saja kalau tidak meyakini agamanya. Kenapa dikatakan demikian?

Setiap agama pasti memiliki aturan dan tatanan dalam menjalani hidup. Ketika semua perintah dan aturan itu dijalankan, maka akan mendapat jaminan istimewa, yang disebut Surga, sedangkan apabila perintah itu tidak dijalankan, apalagi ditambah dengan mempertentangkannya maka akan diberikan ganjaran yang setimpal, yang biasa dikenal sebagai Neraka.

Nah, hampir semua agama memiliki aturan yang berdampak sebab dan akibat. Semua penganut agama pasti tahu akan hal itu, tapi tidak semua diantara mereka menaatinya. Jika demikian, apa itu kepercayaan dan kebutuhan? Apakah teori Maslow masih berlaku disini?

Mungkin saja sebagian mereka hanya percaya dan belum sepenuhnya butuh dengan agama. Atau bisa jadi malah , mereka sama sekali tidak percaya dan butuh. Memang, butuh dan percaya itu beda. Percaya bisa diciptakan oleh orang dinluar diri kita, sedangkan kebutuhan hanya kita yang mengetahuinya.

….skip….

Ibadah bukanlah mengenai kewajiban dan tanggung jawab lagi, melainkan adalah kebutuhan setiap individu. Seperti apapun agamamu jika tidak merasa membutuhkan ibadah kamu tidak akan melakukannya, beda halnya dengan ibadah dijadikan sebatas tanggungjawab yang semua orang bisa mengingkarinya sesuaI dengan keinginannya.

Jikalau kalian ingin menerapkan pendidikan agama terhadap seseorang, pastikan dengan kebutuhan mereka supaya tidak mudah mengingkari segala perintah dan larangan agamanya.

Lakumdinukumwaliyadin…