Bulan puasa emang bulan yang penuh dengan berkah. Kali ini aku udah males banget mau posting isi ceramah taraweh lagi karena sering ketiduran sewaktu taraweh di masjid kampus. Lebih baik kalian ikut taraweh sendirI daripada liat dari postinganku.

Aku hanyabtersaar dengan beberapa hal yang terjadi di bulan Ramadan tahun ini, yaitu karena iklan komersil di tv swasta. Iklan yang selalu menunjukan propaganda dan pencitraan emang tidak salah, tapi tidak baik jika stereotiping tentang iklan itu buruk. Iklan di bulan Ramadan selalu penuh dengan kualitas, seperti iklan yang menunjukan ketulusan dan cinta kasih. Dan…ketika ada iklan yang menunjukan hubungan anak dengan orang tua selalu membuatku merasa berdosa. Iklan seorang anak yang sudah sukses dan memiliki keluarga sendiri selalu ditunjukan lupa akan orangtuanya. Hal demikian benar adanya, tidak sedikit anak yang melupakan orangtuanya ketika bertumbuh dewasa. Hal itu hampir terjadi padaku.

Sewaktu SMP aku sudah disekolahkan di sekolah Islam yang menharuskan siswanya hidup di asrama jauh dari orangtua. Beranjak SMA dirasa hidup sudah bisa mandiri dan memilih untuk kos, begitupun ketika kuliah. Setelah lulus kulian otomatis akan mencari kerja dan membina rumah tangga dengan keluarga baru. Terus…dan terus sampai orangtuanya sendiri akan terlupakan.

Suatu ketika ayah tanpa sengaja berceletuk “Jika besok aku tua, titipkan saja di panti jompo”. Hal itu langsung memukul perasaan secara keras. Kemudian tanpa sengaja aku melihat iklan komerail thailand yang menceritakan ketulusan cinta ayah kepada anaknya yang sudah menyakiti hatinya, ditambah dengan movie Weding Dress yang menceritakan cinta kasih seorang ibu kepada puteri kesayangannya. Semua itu membuatku mengeluarkan air mata. Aku tidak pernah nangis melihat film selain film itu. Itu karena aku merasa sangat berdosa dan tidak pernah berbakti pada orangtua.

Sampai saat ini aku masih mikir hal apa yang udah aku lakukan untuk membahagiakan mereka? Kapan mereka tersenyum bangga melihat anaknya (aku)?

Jawabannya adalah….orang tua selalu bangga dan bahagia melihat anaknya…

Fine, mungkinkah itu sudah cukup. Apakah kalian merasakan apa yang orangtua selalu rasakan terhadap anaknya? Aku kira belum! Atau mungkin belum sepenuhnya!

Cinta orangtua sepanjang masa, tidak seperti cinta anak kepada orangtuanya.  Mungkin saja ada yang mencitai orangtua sampai peyor, tapi tidak sedikit anak yang meninggalkan mereka ketika punya keluarga baru.

Orangtua selalu memberikan apapun dan mengusahakan apa yang diminta si anak meskipun itu beresiko untuk dirinya, tapi belum tentu anak akan berfikir demikian. Aku tidak bisa berkata apa-apa lagi jika melihat sisi baik orangtua kita masing-masing, karena tidak akan ada habisnya. Semoga semua anak akan tersadar dengan perjuangan orangtua kita melihat anaknya tumbuh sehat dan berkembang.

Jangan pernah berfikir orangtua si A atau si B itu lebih keren dari orangtua mu. Orangtua kita semua keren karena membolehkan kita tumbuh menjadi manusia yang pintar, sehat, dan berkembang.

Semoga kita, apalagi aku bisa membuat orangtua ku bangga dan bahagia karena usahaku. Bukan karena kelakuaku yang bisanya begini begitu saja…

Selamat berpuasa….